Puisi Ibu Tercinta yang Menyentuh Hati (TERBAIK)

Puisi ibu –  Berikut merupakan kumpulan puisi ibu terbaik yang dapat digunakan untuk mengungkapkan perasaan terima kasih.

**Puisi Ibu Maafkan Aku**

Maafkan aku, anakmu bandel lagi hari ini

Membuatmu bersedih hati dan mungkin merasa terbebani

Aku merasa bodoh dan tak tahu diri

Mengapa hidupku taka da habusnya menyusahkanmu

Mengapa sehina ini aku dilahirkan untukmu

Tapi entah mengapa engkau justru tetap begitu

Tetap sabar menanti aku saat amarahku sedang naik di puncak seribu

Tetap sabar menjaga aku walau aku ingin pergi jauh dari rumahmu

Tetap sabar menyanyangi aku walau aku tahu hatimu banyak terluka karena aku

Ibu

Jangan secinta itu kepadaku

Aku telah terlalu banyak menyakiti hatimu

Maafkan aku anakmu

Yang bodohnya tak ada habisnya kepadamu

Yang terus menyakiti hati dan batinmu

Bu, maafkan aku

Aku meyanyangimu dengan sepenuh hatiku


**Puisi Ibu Singkat Menyentuh Hati**

Ibu hari ini atau esok aku tidak ingin pergi jauh darimu

Bagaimana bisa aku pergi dari orang yang telah menjagaku

Sejak kecil hingga tumbuh sebesar usiaku

Ibu kalaupun nantinya suamiku ingin mengambilku

Membawaku pergi jauh darimu

Aku berjanji, dengan sepenuh hatiku

Setiap hari kalau bisa aku akan menjengukmu

Aku tidak akan bisa berpisah lama-lama darimu

Aku mungkin sibuk mengurus anak dan suamiku

Tapi baktiku kepadamu tak akan pernah luntur karena itu

Biar aku ganti menjagamu hingga tutup usiamu

Bu aku menyayangimu

Ini bukan gombal saja ya bu

Aku bersungguh-sungguh mengatakannya kepadamu

Aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku

**Puisi Ibu adalah Surgaku**

Mala mini aku ingin menuliskan puisi untuk seseorang

Seseorang yang amat kucintai keberadaannya

Bukan pacarku, tapi dia adalah belahan jiwaku

Ibuku, wanita yang melahirkan dan mengandungku Sembilan bulan

Wanita yang punya surgaku di bawah telapak kakinya

Ibu

Dulu aku pikir orang-orang itu bercanda

Ketika mereka bilang, bila surge ada di bawah telapak kakimu

Siang itu waktu kau tertidur pulas di depan ruang tamu

Aku mengintipnya

Tidak ada, dimana dia, surga yang orang-orang bicarakan kehadirannya

Aku sentuh telapak kakimu

Tak keluar juga surga itu

Aku pikir mereka hanya mengada-ada soal surge itu

Mungkin surge itu bukan di telapak kakimu

Mungkin aku harus mencarinya di tempat lain

Mana mungkin juga surge berada di telapak kaki manusia

Apakah Tuhan tak punya tempat lain selain di sana

Lalu aku lupakan saja kejadian malam itu

Hidupku berjalan  bagaimana adanya

Lalu musibah itu datang masuk merusak kehidupanku

Semua teman-temanku pergi tanpa tersisa

Aku menoleh ke kanan kiri mencari kawan yang masih ada

Tak ada siapapun disana, gelap gulita

Hanya engkau yang tetap berdiri dengan tegaknya

Dengan tanganmu membawa lilin yang menyala apinya

Agar gelap tak melingkupi hidupku, begitu katamu tadinya

Aku tak tahu apa maksudmu hari itu

Tapi bu hatiku sedang sedih, kawan-kawanku pergi meninggalkan aku

Sebatang kara, tak mau menemaniku dalam derita

Dan kau tetap berdiri di tempat yang sama

Lilin yang kau bawa mulai meleleh memanasi tanganmu yang senja

Kau bilang tidak papa, asalh kau tak merasa duniamu gelap gulita

Aku juga masih tak paham apa maksudnya

Hingga musibah yang lain datang lagi dan tiba

Aku menangis sekencang-kencangnya

Hidupku mengapa demikian deritanya

Kau memelukku dan membisikkan di tenlingaku

Nak, tidak peduli betapa kecewanya kamu, jangan lupa ada ibu di sisimu

Takkan pergi kemanapun ibu

Karena engkau anakku, yang akan selalu kujaga hingga ajal menjemputku

Jangan bersedih atau terluka lagi batinmu

Aku akan selalu di sini menjagamu

Aku semakin menangis tersed-sedu

Ternyata benar dia adalah malaikat yang diberi tuhan untukku

Diminta tuhan untuk turun ke bumi menjagaku

Tak salah bila di kakinya ada surge

Dia dikirimkan langsung oleh Tuhan dari surga

Bu, bolehkah aku berkata

hari ini, sebelum mungkin aku akan pergi, bolehkah aku mencium kakimu

Tempat surgaku berada, yang dulu kupikir bohong adanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *