Bangkitlah Bangsaku Renungan Tentang Keragaman

“Kami punya murid yang beragama Budha, tetapi pihak Dinas tidak mengirimkan guru agama Budha, sehingga yang kami nilai untuk pelajaran agamanya hanyalah perilaku sehari-hari…” itulah curahan hati seorang Pak Guru dari SDN di Duri Kepa, Jakarta Barat. Henny Supolo Sitepu, MA, Ketua Yayasan Cahaya Guru, adalah pembicara utama dalam seminar “Arti Keragaman untuk Masa Depan Anak” (13/5/2014). Mengapa pengenalan keragaman ini penting? “Karena di masa depan, anak-anak kita perlu bisa nyaman dalam bekerja sama,” tandas Henny.

Karenanya, melalui pelatihan bertahap yang didukung majalah Bobo ini, ia mengajak para guru sekolah negeri untuk bere­ eksi: melihat kembali apakah aturanaturan di sekolah sudah dapat menyemai keragaman, atau sebaliknya justru mempersempitnya menjadi keseragaman? Para guru pun bersepakat untuk mengupas isu agama, sosial, dan anak berkebutuhan khusus sebagai deteksi terhadap masalah keragaman di sekolah-sekolah.

Mari akui dengan jujur, kata Henny di sela-sela waktunya sebagai moderator pelatihan, tanpa disadari sekolah-sekolah negeri yang seharusnya menjadi penyemai keragaman justru memberlakukan keseragaman dan diskriminasi. Contohnya, ketika peserta didik dari agama mayoritas mendapat pelajaran agama, maka muridmurid yang beragama lain diminta belajar di perpustakaan. Para guru pun mengakui, banyak dari sekolah negeri kita tidak memiliki guru agama selain agama mayoritas.

Ironi inilah yang diutarakan oleh Pak Guru dari SDN di Duri Kepa, Jakarta Barat, “Kami punya murid yang beragama Budha, tetapi pihak Dinas tidak mengirimkan guru agama Budha, sehingga yang kami nilai untuk pelajaran agamanya hanyalah perilaku sehari-hari. Terus terang kami bingung, bagaimana ini…” Henny menanggapi, “Para guru yang saya temui rata-rata menjunjung rasa kebangsaan dan ingin keragaman. Tetapi apakah kegiatan yang dilakukan di sekolah sesuai? Memang, kita tidak bermaksud mendiskriminasi murid yang beragama non-mayoritas, sehingga kita enggak sadar bahwa kita sebetulnya melakukan diskriminasi.”

Selain agam keberagaman di Indonesia adalah bahasa. Namun bahasa asing saat ini sangat diperlukan untuk anak dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Untuk mendapatkan wawasan lebih mengenai bahasa, tempat les bahasa asing online terbaik adalah pilihan tepat bagi orangtua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *